Oleh kerana itu, munculnya data yang memprihatinkan berkaitan melonjaknya pengakses laman porno tersebut, mendorong Kemenkominfo langsung melakukan langkah-langkah memblock terhadap berbagai laman tersebut, katanya.
Selain hampir separuh dari sekitar 30 ribu pengakses laman porno persaat dilakukan di Indonesia, akhir Jun lalu juga muncul data bahawa Indonesia menjadi pembelanja akses laman serupa dengan nilai terbesar di dunia, iaitu mencapai US$3.673 persaat.
Berdasarkan sejumlah laporan, seperti dari International Telecommunication Union (ITU), katanya, kini terdapat 400 juta halaman pornografi di internet, sementara dalam lima tahun terakhir, setiap tahunnya berkembang mencapai 25 juta.
Henry yang juga Ketua Dewan Pengawas Perum LKBN ANTARA menyatakan, memblock laman porno saat ini ditujukan pada kategori 'hardcore', iaitu yang menyuguhkan adegan seks atau persenggamaan, termasuk perilaku seks menyimpang, hingga yang menampilkan alat vital/kelamin.
Memblock terus berlangsung melalui kerja sama berbagai pihak, seperti penyelenggara layanan akses internet, menyurati penyelenggara internet service provider (ISP), pengusaha warnet, blogger, hingga institusi penegak undang2.
Menurut ahli komunikasi itu, kerajaan tidak memiliki infrastruktur internet, namun sesuai undang-undang wajib melindungi masyarakat, terutama generasi muda, dari pengaruh buruk keberadaan laman porno.
Kerjaan telah menyiapkan perangkat lunak atau software yang boleh memblock laman2 porno tersebut agar tidak boleh lagi dibuka oleh umum.
Beliau mengakui bahawa sebahagian besar laman porno diselenggarakan oleh pihak lain, sedangkan di Indonesia cenderung dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan setiap saat boleh mengubah tampilan mahupun nama lamannya.
Henry menambah, memblock laman porno bertepatan menyambut puasa Ramadhan kali ini tidak sampai merambah ke portal layanan jual beli online yang memperdegangkan alat-alat penyokong keperluan seks.
Sementara itu penyelenggara laman layanan jual beli melalui internet seperti www.tokobagus.com yang berpusat di Denpasar, Bali, dan sejumlah portal lain, pernah dilanda kekhuatiran oleh langkah kerajaan tersebut.


0 comments:
Post a Comment