Deetje, ibunda Pinkan Mambo akan tetap memberi nasihat terbaik pada anaknya, meski sekian kebaikan juga telah dianjurkan pada anaknya. Namun cara memberikan pemahaman yang sedikit berubah, kerana seiring waktu dia semakin menjadi perempuan yang dewasa.
Deetje juga menganggap tidak sepenuhnya salah, kalau anaknya menjadi 'kebablasan' akibat pendidikannya yang selalu menuntut bersikap berdikari. Baginya sikap kebablasan Pinkan sebagai sesuatu yang wajar dan manusiawi.
Soal perubahan Pinkan sekarang ini, Deetje tidak mahu banyak membahas, terpenting masing-masing telah berbuat dan memberikan respek terbaik. Deetje merasa tidak perlu banyak menuntut.
Begitu pun persoalan agama yang sebelum ini menjadi punca konflik keluarganya, Deetje tidak mahu berbicara. Pihaknya lebih percaya pada waktu, dan merasa tidak harus bersikap diktator pada anaknya.
Deetje juga menganggap tidak sepenuhnya salah, kalau anaknya menjadi 'kebablasan' akibat pendidikannya yang selalu menuntut bersikap berdikari. Baginya sikap kebablasan Pinkan sebagai sesuatu yang wajar dan manusiawi.
Soal perubahan Pinkan sekarang ini, Deetje tidak mahu banyak membahas, terpenting masing-masing telah berbuat dan memberikan respek terbaik. Deetje merasa tidak perlu banyak menuntut.
Begitu pun persoalan agama yang sebelum ini menjadi punca konflik keluarganya, Deetje tidak mahu berbicara. Pihaknya lebih percaya pada waktu, dan merasa tidak harus bersikap diktator pada anaknya.


0 comments:
Post a Comment